Label

Tampilkan postingan dengan label Feng Shui P B8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Feng Shui P B8. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2011

JANGAN TAKUT KELINCI LOGAM!

Seperti janji saya pada tulisan APA MAKNA TAHUN BARU IMLEK? http://www.facebook.com/note.php?note_id=187377654614744
Bahwa saya akan memberikan gambaran tentang shio apa saja yang tidak selaras (Ciong) pada Tahun Kelinci Logam (Menurut teori fengshui lho)
Setiap menjelang pergantian tahun Imlek, banyak penulis menerbitkan buku tentang ramalan Shio. Saya pun tidak ketinggalan untuk membelinya walaupun saya sudah banyak mengoleksi buku-buku feng shui dan ramalan, beginilah kebiasaan buruk saya jika berkunjung ke toko buku. Saya selalu membeli buku walaupun dengan menggunakan kartu kredit (hehehe, buka rahasia nih. ternyata P B8 suka ngutang, bukan pengen berhutang, dari pada tagihan kartu kredit hanya sebesar biaya materai Rp. 6000). Kembali ke topik tulisan. Apa itu Shio?
Shio adalah lambang zodiak China, yang terdiri dari 12 jenis binatang yang menaungi tahun yang bersangkutan. Dari Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, Babi. Oleh masyarakat keturunan China disebut dengan istilah Shi er xiao (Mandari) Cap Ji Shio (Hokkian dan Tiau Ciu) Sip Nyi Sang Siau (Hakka/Khek) yang memiliki makna sama.
Dari 12 shio tersebut dipercaya memiliki karakteristik berbeda-beda. Namun saya tidak membahas karakteristik masing-masing shio, karena saya yakin tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan pola hidup orang yang bersangkutan (Anak yang hidup dilingkungan santun dan religius akan berbeda sifatnya dengan anak yang tumbuh dilingkungan keras dan cenderung banyak maksiat).
Tahun ini diketahui sebagai tahun Kelinci Logam. Tertulis dibuku bahwa yang Ciong adalah Kelinci , Ayam, Kuda dan Tikus. Teman saya yang bernaung dibawah shio di atas langsung terdiam saat dia menanyakan shio apa saja yang ciong tahun Kelinci, karena teman saya termasuk dalam salah satu Shio tersebut.
Melihat sikap teman tersebut, saya langsung tertawa terbahak bahak.
“Kenapa tertawa P B8, Senang lihat saya Ciong?” kata teman saya serius.
Saya tidak menjawab, malahan saya bertanya “Kawan tahu bahwa hari ini menurut BMKG Jakarta dan sekitarnya akan turun hujan deras?”
“Saya tidak tahu,” jawabnya sambil melihat kearah langit dan mencari-cari, seolah-olah ada tulisan hasil ramalam BMKG. (Memang teman saya jarang buka internet).
“Apa yang kau lihat teman?”
“Cerah dan terik,” jawabnya yakin. Karena cuaca hari itu memang seperti itu.
“Kau sudah paham?” tanya saya.
“Tidak,” jawabnya.
Biarlah teman saya tidak paham, saya yakin teman-teman yang baca tulisan ini semuanya paham.
Seperti saya sebutkan di atas terdapat 4 shio yang tidak selaras mulai tanggal 3 Februari (Menurut teori feng shui). Kalau menurut teorinya tentunya saya juga tidak sepenuhnya percaya, karena masih ada analisis yin yang lima unsur yang terdiri dari Kayu, Api, Tanah,Logam, Air.
Bagaimana mengetahui unsur seseorang?
Unsur seseorang ditentukan jam, tanggal, bulan, dan tahun lahir (hitungannya sedikit rumit).
Berdasarkan hitungan feng shui juga tentunya tidak selamanya 4 shio di atas mengalami ciong, walaupun seseorang bernaung dibawah shio Kelinci , Ayam, Kuda atau Tikus namun dinaungi unsur api atau logam atau tanah tentu saja tidak akan terpengaruh. (Lagi-lagi logika saya menggunakan teori feng shui juga).
Perlu saya beri tahu, bahwa tahun lalu teman saya yang bershio Monyet berkesempatan mengganti mobil yang lebih bagus lagi walaupun menurut hitungan (teori fengshui) teman saya ciong, bahkan pasiennya sangat banyak.
Setelah membaca ulasan di atas, saya harap teman-teman jangan gampang terpengaruh dengan ramalan-ramalan oleh orang yang bukan ahlinya. Saya tidak bermaksud mengatakan peramal salah, namun untuk melakukan sebuah peramalan tentu banyak faktor yang menjadi dasar perhitungan, dan saya tidak mengerti.

Yang terpenting menurut saya adalah SELAMA KITA MAU BERUSAHA, PELUANG MAJU PASTI ADA.
Semoga bermanfaat.

DENDAM MENGURANGI REZEKI

Sejak kecil saya selalu di takut-takuti dengan kata-kata di atas. Sehingga saya selalu berhati-hati dalam bergaul, saya takut jika harus benci dan dendam kepada orang lain, karena takut rezeki saya berkurang, walaupun tidak mungkin bagi anak-anak untuk tidak membenci atau mendendam kepada teman yang telah berbuat jahat kepadanya. Namun saya bersyukur sampai tumbuh dewasa saya selalu punya kiat untuk menghindarkan diri dari kata dendam.
Kiatnya apa?
Sederhana saja. Kalau saya dicurangi atau saya di sakiti saya selalu beranggapan mungkin itu karena saya yang kurang hati-hati atau salah bergaul bahkan saya menganggap teman saya tidak sengaja berbuat curang. Dan saya selalu berusaha melupakan kelakuan orang yang telah menyakiti saya.
Seiring dengan waktu saya tertarik dengan ilmu China kuno yang dikenal dengan istilah Feng Shui. Saya pelan-pelan mempelajari ilmu Feng Shui, ilmu yang mempelajari keseimbangan antara Manusia dan Alam (perlu saya tegaskan bahwa Feng Shui tidak ada kaitan dengan agama apapun). Saya menganggap ilmu Feng Shui, seperti ilmu-ilmu lain yang patut kita pelajari. sama halnya kita mempelajari Marketing, Otomotif, atau Ilmu-ilmu lain, yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kehidupan kita.
Dalam buku Feng Shui yang saya pelajari dan mendengar Talk Show serta seminar yang saya ikuti, ternyata kata-kata “Dendam akan mengurangi rezeki.” Masih sering di jumpai.
Suatu ketika saya coba menganalisis kata-kata itu dengan hati-hati, apakah ada makna dalam tulisan China yang terkandung dalam kata-kata itu. Kebetulan ibu saya mengerti aksara China dan memahami sedikit peribahasa China. namun menurutnya memang maknanya adalah Dendam akan mengurangi rezeki.
Setelah cukup lama kata-kata itu saya lupakan. Tiba-tiba saya mendapat jawaban yang sangat masuk akal menurut saya.
Ternyata maknanya adalah:
Saat kita mendendam atau benci kepada seseorang tentu kita tidak ingin berhubungan dengan orang tersebut lagi atau dengan kata lain menjauhinya.
Saat menjauhi seseorang, seandainya teman kita itu ada bisnis yang bisa dijalankan bersama dengan kita, namun kita sudah terlanjur menjauh, tentu peluang bisnis itu tidak bisa kita dapatkan. Itu hanya satu teman. Bagaimana jika kita membenci atau dendam kepada 10 atau 100 teman berarti 10 atau 100 peluang bisnis terlewatkan. Setuju?
Jadi. Ahli Feng Shui benar “Dendam akan mengurangi rezeki” dan lebih benar lagi menurut saya adalah “DENDAM AKAN MEMBATASI REZEKI.”
Semoga bermanfaat......SEGERA HILANGKAN DENDAM....
(Salam Persahabatan P B8)

Selasa, 02 November 2010

MAAF, KATANYA KITA CIONG, JADI GA BOLEH NIKAH

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata Ciong terutama bagi orang yang kebetulan bergaul dengan komunitas bermata sipit (maaf= keturunan suku China). Namun tidak semua memahami apa arti Ciong, agar kita memiliki pandangan yang sama mengenai arti kata di atas, disini saya menerjemahkannya secara umum yaitu Tidak Selaras=Tidak Klop=Tidak searah.
Apa nya yang tidak selaras?
Kalau dari judul di atas tentunya yang tidak selaras adalah manusia dengan manusia (walaupun antara manusia dengan barang atau rumah atau kota tempat tinggal juga bisa menyebabkan Ciong yang dalam kurung akan saya uraikan lain waktu). Kembali kepada ciong antar manusia.
Menurut kepercayaan orang China (bukan hanya China tetap Jepang dan Korea juga), manusia lahir selalu dinaungi oleh Shio yang digambarkan berupa binatang yang sedang berkuasa tahun itu. (Bagaimana sejarahnya atau legendanya, banyak versi namun sy tidak membahasnya untuk saat ini)
Jumlah Shio ada 12 yang oleh sebagian orang menggambarkan sifat binatang tersebut (Maaf, saya belum bisa membuktikan semua itu), yang tediri dari Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, Babi. Dari keduabelas Shio di atas ada yang sifatnya saling bertentangan (Ciong) dan ada yang sifatnya saling melengkapi.
Siapa yang Ciong dengan siapa?
Secara umum, banyak orang awam yang ilmu Fengshui pas-pasan akan mengatakan bahwaTikus Ciong dengan Kuda, Kerbau Ciong dengan Kambing, Macan ciong dengan Monyet, Kelinci ciong dengan Ayam, Naga ciong dengan Anjing, Ular ciong dengan Babi.
Kalau seseorang yang ingin menikah atau mau melakukan kerja sama bisnis mendapat jawaban di atas umumnya mereka akan berpikir ulang untuk manjalankan niatnya.
Apakah jawaban di atas benar?
Bisa BENAR dan bisa juga SALAH.
Mengapa begitu?
Menurut hemat saya, tidak salamanya pertentangan Shio akan menyebabkan ketidakselarasan antara dua orang manusia, karena masih banyak hitungan lain yang harus dikombinasikan baik jam, hari, bulan, serta tahun lahir. Semua itu butuh ketelitian dari seorang yang sudah biasa menghitung (sekedar info: ada softwarenya, tetapi sampai saat ini saya belum dapat, konon softwarenya beredar terbatas).
Untuk apa mengetahui jam, hari, bulan serta tahun?
Dalam ilmu Feng shui dikenal dengan istilah Yin Yang Lima Unsur, yang terdiri dari Api, Tanah, Logam, Air, dan Kayu. Nah dari jam, hari, bulan dan tahun lahir seseorang akan diketahui bahwa seseorang dominan berunsur apa.
Apa hubungannya antara unsur dengan Ciong tadi.
Seperti saya sebutkan di atas bahwa kebanyakan orang mengatakan shio Tikus akan Ciong dengan Kuda, Namun saya belum percaya 100%. Bagaimana seandainya Tikus berunsur dominan Air, begitu juga Kuda memiliki unsur dominan Air? Apakah mereka tetap Tidak Selaras?
Kalau menurut hitungan paduan unsur maka Air dan Air itu Cocok.
Jadi mulai sekarang, jangan asal percaya dengan ramalan orang yang mengaku ahli Feng Shui, kecuali memang dia sudah benar-benar seorang pakar.
Apakah Ilmu Feng Shui bertentangan dengan agama?
Saya tidak tahu. Selama tidak menduakan Tuhan menurut saya tidak bertentangan, ilmu apapun boleh kita pelajari dan mencari hal yang positifnya saya.
Kalo ramal meramal, apa tidak bertentangan?
BMKG (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) juga meramal cuaca yang kadang kala meleset, toh itu hanya sebagai gambaran secara umum saja.
Yang terpenting sebagai manusia, kita hanya bisa merencanakan, namun TUHAN yang menentukan, dan sekali lagi jangan langsung percaya apabila seorang mengatakan anda ciong dengan pasangan anda. Semoga bermanfaat

(PB 8)

Sabtu, 16 Oktober 2010

RUMAH TUSUK SATE



Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar kata Rumah Tusuk Sate (bukan rumah milik penjual sate ya, hehehehe) tetapi mungkin juga ada yang belum, supaya kita memiliki persepsi yang sama disini saya jelaskan sedikit pengertian Rumah Tusuk Sate.
Rumah Tusuk Sate adalah posisi depan rumah persis menghadap arah jalan, baik itu berupa jalan raya, jalan diperumahan ataupun gang kecil, semuanya termasuk posisi Rumah Tusuk Sate.
Posisi ini, oleh sebagian besar orang dianggap rumah yang tidak baik peruntungannya (walaupun tidak semua orang), saya termasuk salah satu yang  mempercayainya. Karena anggapan itulah sehingga Rumah Tusuk Sate harganya cenderung lebih murah dibanding dengan harga rumah yang ada di sebelahnya.
Secara logika memang posisi Rumah Tusuk Sate lebih rawan kecelakaan akibat kendaraan yang melaju kencang menuju ke arah rumah dan beresiko menabrak rumah atau penghuni yang berada diluar rumah, dan penghuni rumah sedikit mengalami kesulitan saat ingin keluar mengendarai kendaraan (namun lebih mudah saat masuk), penghuni lebih gampang terserang batuk karena debu yang berkumpul pada posisi ujung jalan lebih banyak.
Kalau hanya masalah itu tentu untuk menangkalnya tidaklah sulit!!!
Memang benar, sangat gampang!
Caranya: menanam tanaman yang rindang agar bisa meredam debu yang akan masuk kerumah, ada yang menyarankan memasang cermin, saya setuju dengan cermin tetepi seharusnya cerminnya besar (bukan yang ukuran kecil) fungsinya adalah agar saat kendaraan melaju kencang menuju Rumah Tusuk Sate pengemudi bisa melambatkan kendaraan dan menyangka ada kendaraan dari arah berlawanan, kalau masalah penghuni saat ingin mengeluarkan mobil dari rumah, memang sebaiknya hati-hati walaupun pada posisi rumah apapun baik tusuk sate atau bukan. Setelah menanam pohon tentunya penghuninya akan lebih sehat karena pohon bisa membantu meredam debu yang akan masuk ke dalam rumah sehingga udara akan lebih segar dan seandainya ada mobil yang melaju kencang dan tidak dapat mengendalikan laju kendaraan, yang ditabrak adalah pohon, bukan rumah.
Sesederhana itukah???
Kalau segala sesuatu kita anggap itu sederhana tentu akan menjadi sederhana, namun apa bila kita anggap segala sesuatu itu sulit maka akan menjadi sulit.
Diantara anda tentu ada yang tidak setuju dengan pendapat diatas, karena banyak mungkin diantara anda yang sudah pernah tinggal di Rumah Tusuk Sate dan mengalami banyak masalah, saya tentu harus mempercayainya, karena alam semesta ini penuh dengan misteri dan sulit dijelaskan dengan logika. Yang bisa menjalaskan masalah ini adalah ilmu China Kuno yang dikenal dengan istilah Feng Shui (arti harfiahnya Angin dan Air), ilmu yang sudah dipraktekkan oleh nenek moyang orang China sejak dahulu sampai sekarang (Percaya atau tidak? Mao Zhe Dong naik tahkta, berkat keselarasan Feng Shui)
Feng Shui merupakan ilmu tata letak (tidak hanya tata letak, masih banyak perhitungan lain lagi) yang mengusahakan keseimbangan antara Manusia dan Alam. Dalam Ilmu Feng Shui dikenal istilah Shar Chi yang dapat diartikan sebagai Hawa Pembunuh, hawa inilah yang diyakini dapat menyebabkan penghuni rumah mengalami segala macam musibah. Saya meyakini pendapat ini benar, namun saya tidak bisa menjelaskan bagaimana sebenarnya bentuk Shar Chi itu (walau kadang saya dapat merasakan ketidaknyamanan saat ada Shar Chi menghantam saya) dan saya juga tidak bisa menjelaskan bagaimana Shar Chi bekerja.
Sekarang kembali kepada pendapat anda masing-masing apakah masih ingin menghuni Rumah Tusuk Sate atau lebih baik cari posisi yang lain? Bagi yang sudah terlanjur menghuni Rumah Tusuk Sate tips dari saya diatas bisa di coba.
Walaupun kita sebagai manusia punya kemampuan untuk menganalisa suatu keadaan, namun kita sebagai umat beragama, harus meyakini bahwa diatas segalanya ada TUHAN, tidak perduli apapun agama kita.


(Oleh PB 8)