Label

Tampilkan postingan dengan label Tips P B8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips P B8. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

HARGA VS MUTU

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diberbagai bidang saat ini sedikit banyak telah memperngaruhi pola pikir  kita. Sadar atau tidak sadar kita semua akan dipengaruhi oleh perkembangan itu.
sebuah iklan produk pembersih di televisi mengatakan “Bagus belum tentu mahal dan mahal belum tentu bagus”.
Tentu hal ini telah merubah pandangan kita sejak lama yang  berpedoman pada “Ada harga ada mutu”.
Jadi pendapat manakah yang benar?
Keduanya bisa benar, dan sangat dipengaruh marketing mix (bauran pemasaran) yang  diterapkan oleh perusahaan. Marketing mix secara sederhana dapat artikan sebagai kombinasi dari 4P plus (Product, Price, Place, Promotion dan Plus faktor-faktor lain yang lebih kompleks).
4P plus memang sangat sederhana dipandang dari luar, namun bukan hal yang  mudah dalam menerapkannya pada suatu produk. Penerapan marketing mix pada produk  makanan dengan produk  yang berhubungan dengan gaya hidup sangat berbeda.
Sebuah produk dengan mutu biasa, apabila dikemas dengan baik, diiklankan dengan gencar tentu akan berpengaruh positif terhadap produk tersebut. Sebaliknya produk  dengan mutu baik  dikemas biasa-biasa saja serta tanpa diiklankan maka produk tersebut umumnya tidak akan  bertahan. Disinilah umunya disebut image terhadap produk.
Sebagai konsumen, apa yang harus kita lakukan? Apakah harus mempercayai pendapat Ada Mutu Ada Harga atau Mahal belum tentu bagus?
Hal ini memang  sangat sulit diukur, semua tergantung dari pengalaman dan pengetahuan kita. Yang terpenting adalah  sebagai konsumen kita jangan mudah dipengaruhi oleh mulut manis penjual, walaupun banyak penjual yang masih jujur  namun kebanyakkan hanya mengejar kuantitas.
Jangan sungkan untuk bertanya kepada orang yang sudah pernah menggunakan produk baru yang ingin kita beli. Bersikaplah cerdas sebagai konsumen jangan mudah dikalahkan produsen.  
Semoga bermanfaat.
(P B8 penulis Novel Aku Mencintai Pribumi)

Minggu, 10 April 2011

Wooooiiiiiiiiiiiiiii !!!!!!!!


Saat Anda Di Atas Lihatlah Ke Bawah,
Agar selalu RENDAH HATI.

Saat Anda Di Bawah Lihatlah Ke Atas,
Agar Anda TERMOTIVASI.

Di atas atau Di bawah hanya beda posisi dan tak abadi

NIKMATILAH HIDUP..
BERUSAHALAH TIDAK  MERUGIKAN ORANG LAIN.

(P B8)

Selasa, 05 April 2011

TIPS MENGHINDARI KEJARAN DEBT COLLECTOR


Akhir-akhir ini kata debt collector sedang naik daun akibat pemukulan yang telah menewaskan seorang nasabah bank besar di Jakarta, pelakunya dikabarkan berprofesi sebagai debt collector.

Mungkin kata itu sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Debt collector dapat diterjemahkan sebagai penagih hutang, orang yang pekerjaannya menagih hutang dan cenderung melakukan kekerasan fisik kepada orang yang berhutang (walaupun tidak semua demikian).

Dengan demikian ada yang perpendapat,  agar jangan berhadapan dengan debt collector maka jangan berhutang.
Memang benar  pendapat itu, namun akan menjadi salah kalau anda seorang pengusaha atau wiraswasta.
Benar kalau anda hanya mengandalkan gaji pokok untuk memenuhi  kebutuhan sehari-hari, Hidup tenang.  Dapat gaji bayar listrik, telepon, pam, televisi berbayar, internet, sekolah anak dan untuk konsumsi. Sisanya ditabung.

Jika anda menjalankan usaha sendiri akan menjadi salah pendapat di atas. Tentu sebagai pengusaha anda akan berhitung. Dengan bunga bank berkisar 11% sampai 13% pa (per annum) saat ini  anda akan berani mengambil keputusan  berhutang kepada bank  dengan perkiraan benefit sebesar 30% atau 40% dan sebagai pengusaha anda sudah bisa bayangkan selisih hasil dengan biaya bunga akan menjadi keuntungan anda (asumsi kasar).

Bagaimana jika tidak mampu membayar hutang?

Saya yakin itu bukan keinginan kita saat pertama kali meminjam uang ke bank (kecuali memang sudah direncanakan  sejak awal dibuat kredit  macet).  Jika memang tidak mampu membayar sebaiknya tidak perlu lari  atau kabur atau menghilang karena akan menyebabkan nama anda masuk daftar hitam (Black list) di Bank Indonesia dan anda akan kesulitan berhubungan dengan kredit perbankan (waspadalah). Ingat, hidup masih panjang. Bersikaplah jantan, temuai bank tempat anda berhutang utarakan semua ketidakmampuan anda, saya yakin bank akan menghargai itikat baik anda  dan akan memberikan solusi yang sama-sama menguntungkan entah melelang agunan (jika awal akad kredit anda menggunakan agunan) atau menjadwal ulang hutang anda. Teman saya yang bekerja disebuah bank pernah berkata “Dari pada hutang nasabah diposting hutang tak tertagih, lebih baik dijadwal ulang” jika hal ini anda lakukan, tentu anda tidak akan berhadapan dengan debt collector yang umumnya berpenampilan kasar terhadap orang lain kecuali kepada anak istrinya di rumah.

Berhutanglah jika memang bermanfaat dan produktif.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

(Salam hangat P B8)

Selasa, 08 Maret 2011

STANDAR LEBIH AMAN

Beberapa hari ini saya disibukkan dengan urusan memperbaiki kendaraan yang tidak semestinya rusak, jika saya tidak memaksakan diri.
Kabel listrik mobil saya tiba-tiba mengebulkan asap, beruntung saat kejadian saya langsung mengetahuinya karena bau kabel terbakar tercium oleh saya yang memang sudah terbiasa waspada dengan segala macam bau dan bunyi pada kendaraan. Menurut teman saya ini namanya naluri montir  he he he...
Saya segera mematikan mesin dan melepas terminal accu, karena  khawatir akan terjadi kebakaran pada sistem kelistrikan.  Setelah, diperiksa ternyata  socket  (colokan)  pada box skring yang berhubungan dengan lampu utamanya terbakar alias meleleh.
Saya senang bukan main.
Lho kok senang?
Saya senang karena masalah ini akan menambah pengetahuan saya tentang otomotif, terutama kelistrikan yang memang termasuk rumit, apa lagi kendaraan yang sudah menggunakan komputer. Jadi dengan adanya masalah ini saya terpaksa harus melapaskan box sekring dan dengan hari-hati menandai socket dengan spidol. Beruntung saudara saya memiliki koleksi buku manual berbagai jenis kendaraan sehingga dengan buku panduan setebal 10 cm miliknya saya dengan leluasa dapat mengetahui skema kelistrikan mobil saya.
Setelah selesai mengidentifikasi kerusakan, kemudian saya menyambangi toko onderdil di daerah  Kemayoran, ternyata sebuah socket berisi 16pin harganya sangat mahal Rp. 300.000 itupun barang bekas alias copotan. Alasannya untuk socket seperti itu tidak ada yang jual satuan, semua dijual satu set kabel listrik yang berharga beberapa juta, saya tidak ingat.
Cukup lama saya berkeliling dari satu toko ke toko lain, dan memang tidak banyak yang jual, semua menyarankan saya ganti satu set. Saya tentunya tidak bodoh untuk mengikuti saran pedagang, karena saya tahu bahwa yang rusak hanya sedikit, buat apa ganti satu set bagaimanapun kendaraan saya masih termasuk tahun muda.
Dengan terpaksa akhirnya saya membeli socket tersebut dengan harga jadi Rp. 250.000. Setelah memasang socket dengan rapi, saya pelan-pelan mencari penyabab terbakarnya socket tersebut. Sambil bolak balik membaca buku manual milik saudara saya, ternyata penyebabnya hanya hal sederhana.
Baru-baru ini saya pernah mengganti lampu utama dengan watt yang lebih besar hingga hampir 100% dari lampu strandar yang direkomendasikan pabrik.
Seharusnya lampu hanya 60/55W yang artinya lampu dekat 55 watt dan lampu jauh 60 watt namun saya menggantinya dengan 130/100 watt. Saya yakin itulah penyebabnya, karena semua socket terpasang kencang saat saya melepaskannya satu per satu.

Memang sesuatu yang berlebihan pasti ada efek sampingnya. STANDAR LEBIH AMAN.

(By P B8, Semoga bermanfaat)

Sabtu, 05 Maret 2011

TIPS SEDERHANA DIMUSIM HUJAN


Musim hujan kelihatannya masih sangat panjang. Walaupun ada beberapa kelompok masyarakat yang masih percaya bahwa intensitas hujan  akan berkurang setelah Cap Go Meh (hari ke 15 setelah tahun baru Imlek, maaf bukan pendapat saya, bahkan saya sendiri pun tidak percaya hehehe).

Musim hujan memang sedikit menyulitkan bagi kita yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Hujan sedikit saja jalanan tergenang air dan terjadi kemacetan dimana-mana, apalagi anda yang tempat kerjanya jauh dari tempat tinggal.

Bagi kita yang sedikit lebih beruntung dititipkan rezeki oleh Tuhan dan mampu memiliki mobil, tentu tidak terlalu masalah saat terjadi hujan. Bahkan cuaca terlalu dingin pun kita bisa menggunakan pemanas kabin mobil bahkan bisa sambil menikmati musik dan televisi.

Namun kita jangan terlena dengan semuanya. Butuh perawatan agar tidak menyusahkan saat terjadi hujan. Di bawah ini saya berikan tips sederhana buat anda berdasarkan pengalaman saya.
  1. Cek wiper secara berkala termasuk memeriksa elastisitas karet wiper dan semprotan air, karet wiper lebih mudah rusak karena bersentuhan langsung dengan kaca depan.  (lebih baik wiper diangkat saat kendaraan diparkir lama di bawah terik matahari ) dan isi air penampungan semprotan wiper serta tambahkan sedikit  shampo rambut.
     Kok shampo rambut?
     Benar, shampo rambut menurut beberapa teman yang bergerak dalam pengecatan mobil memiliki Ph balance alias tidak merusak cat saat air semprotan wiper terkena body mobil. Memang lebih baik menggunakan sabun khusus wiper, tetapi ada yang murah kenapa pilih yang mahal?

2.  Saat hujan umumnya jalan akan tergenang terutama di Jakarta, jika airnya sangat dalam jangan paksakan untuk menerobos apalagi bagi kendaraan dengan coil terbuka dan single coil, karena umumnya yang menyebabkan kendaraan mogok saat hujan deras adalah coilnya terkena air. Jika terpaksa harus menerobos banjir, usahakan memainkan gas dengan konstan agar mesin menyala stabil dan cenderung RPMnya tinggi sambil mengimbangi kopling (hal ini hanya bisa dilakukan pada mobil dengan transmisi manual alias bukan matic).

3.  Setelah menerobos banjir jangan lupa bahwa komponen pengereman pasti tidak akan bisa bekerja secara maksimal. Teromol, cakram serta kampas rem semuanya licin akibat air. Solusinya adalah lakukan pengereman berulang-ulang dengan tujuan mengeringkan komponen rem, namun jangan lupa dengan kendaraan dibelakang orang.

4.  Bagi kita yang memiliki kendaraan mobil,  saat menerobos genangan air dangkal jangan lupa pelankan laju mobil agar cipratan air tidak mengenai pengendara sepeda motor atau pejalan kaki. (Karena Mobil kita adalah titipan Tuhan/ bayangkan jika anda yang terkena cipratan air dari mobil orang).

5.  Kurangi tekanan angin ban. Hal ini jarang diperhatikan orang karena banyak yang tidak tahu, saat hujan atau dalam keadaan jalan basah, titik henti pengereman akan berkurang dengan kata lain daya cengkeram ban berkurang. Untuk mengakalinya biasanya saya mengurangi tekanan angin pada ban dan sedikit membantu. Hal ini sering diterapkan dalam dunia balap formula satu, saat lintasan basah pembalap akan diperintahkan masuk pit stop untuk mengganti ban dengan spesifikasi trek basah yang konturnya lebih lunak.

6.  Saat hujan sangat deras jangan lupa nyalakan lampu kota agar kendaraan anda bisa terlihat jelas oleh pengendara lain. Saya tidak suka menggunakan lampu hazard (lampu send kiri kanan nyala) karena saat kita ingin tikung kekiri atau kanan  lampu send nya tidak berfungsi sehingga akan menyulitkan pengendara lain. Kecuali anda selalu ingat saat menyalakan lampu send dibarengi dengan mematikan lampu Hazard.

Semoga bermanfaat

(Salam persahabatan P B8)

DENDAM MENGURANGI REZEKI

Sejak kecil saya selalu di takut-takuti dengan kata-kata di atas. Sehingga saya selalu berhati-hati dalam bergaul, saya takut jika harus benci dan dendam kepada orang lain, karena takut rezeki saya berkurang, walaupun tidak mungkin bagi anak-anak untuk tidak membenci atau mendendam kepada teman yang telah berbuat jahat kepadanya. Namun saya bersyukur sampai tumbuh dewasa saya selalu punya kiat untuk menghindarkan diri dari kata dendam.
Kiatnya apa?
Sederhana saja. Kalau saya dicurangi atau saya di sakiti saya selalu beranggapan mungkin itu karena saya yang kurang hati-hati atau salah bergaul bahkan saya menganggap teman saya tidak sengaja berbuat curang. Dan saya selalu berusaha melupakan kelakuan orang yang telah menyakiti saya.
Seiring dengan waktu saya tertarik dengan ilmu China kuno yang dikenal dengan istilah Feng Shui. Saya pelan-pelan mempelajari ilmu Feng Shui, ilmu yang mempelajari keseimbangan antara Manusia dan Alam (perlu saya tegaskan bahwa Feng Shui tidak ada kaitan dengan agama apapun). Saya menganggap ilmu Feng Shui, seperti ilmu-ilmu lain yang patut kita pelajari. sama halnya kita mempelajari Marketing, Otomotif, atau Ilmu-ilmu lain, yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kehidupan kita.
Dalam buku Feng Shui yang saya pelajari dan mendengar Talk Show serta seminar yang saya ikuti, ternyata kata-kata “Dendam akan mengurangi rezeki.” Masih sering di jumpai.
Suatu ketika saya coba menganalisis kata-kata itu dengan hati-hati, apakah ada makna dalam tulisan China yang terkandung dalam kata-kata itu. Kebetulan ibu saya mengerti aksara China dan memahami sedikit peribahasa China. namun menurutnya memang maknanya adalah Dendam akan mengurangi rezeki.
Setelah cukup lama kata-kata itu saya lupakan. Tiba-tiba saya mendapat jawaban yang sangat masuk akal menurut saya.
Ternyata maknanya adalah:
Saat kita mendendam atau benci kepada seseorang tentu kita tidak ingin berhubungan dengan orang tersebut lagi atau dengan kata lain menjauhinya.
Saat menjauhi seseorang, seandainya teman kita itu ada bisnis yang bisa dijalankan bersama dengan kita, namun kita sudah terlanjur menjauh, tentu peluang bisnis itu tidak bisa kita dapatkan. Itu hanya satu teman. Bagaimana jika kita membenci atau dendam kepada 10 atau 100 teman berarti 10 atau 100 peluang bisnis terlewatkan. Setuju?
Jadi. Ahli Feng Shui benar “Dendam akan mengurangi rezeki” dan lebih benar lagi menurut saya adalah “DENDAM AKAN MEMBATASI REZEKI.”
Semoga bermanfaat......SEGERA HILANGKAN DENDAM....
(Salam Persahabatan P B8)

Selasa, 18 Januari 2011

TIPS SEDERHANA DIMUSIM HUJAN

Musim hujan kelihatannya masih sangat panjang. Walaupun ada beberapa kelompok masyarakat yang masih percaya bahwa intensitas hujan akan berkurang setelah Cap Go Meh (hari ke 15 setelah tahun baru Imlek, maaf bukan pendapat saya, bahkan saya sendiri pun tidak percaya hehehe).
Musim hujan memang sedikit menyulitkan bagi kita yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Hujan sedikit saja jalanan tergenang air dan terjadi kemacetan dimana-mana, apalagi anda yang tempat kerjanya jauh dari tempat tinggal.
Bagi kita yang sedikit lebih beruntung dititipkan rezeki oleh Tuhan dan mampu memiliki mobil tentu tidak terlalu masalah saat terjadi hujan. Bahkan cuaca terlalu dingin pun kita bisa menggunakan pemanas kabin mobil bahkan bisa sambil menikmati musik dan televisi.
Namun kita jangan terlena dengan semuanya. Butuh perawatan agar tidak menyusahkan saat terjadi hujan. Di bawah ini saya berikan tips sederhana buat anda berdasarkan pengalaman saya.
1. Cek wiper secara berkala termasuk memeriksa elastisitas karet wiper dan semprotan air, karet wiper lebih mudah rusak karena bersentuhan langsung dengan kaca depan. (lebih baik wiper diangkat saat kendaraan diparkir lama di bawah terik matahari ) dan isi air penampungan semprotan wiper serta tambahkan sedikit shampo rambut.
Kok shampo rambut?
Benar, shampo rambut menurut beberapa teman yang bergerak dalam pengecatan mobil memiliki Ph balance alias tidak merusak cat saat air semprotan wiper terkena body mobil. Memang lebih baik menggunakan sabun khusus wiper, tetapi ada yang murah kenapa pilih yang mahal?
2. Saat hujan umumnya jalan akan tergenang terutama di Jakarta, jika airnya sangat dalam jangan paksakan untuk menerobos apalagi bagi kendaraan dengan coil terbuka dan single coil, karena umumnya yang menyebabkan kendaraan mogok saat hujan deras adalah coilnya terkena air. Jika terpaksa harus menerobos banjir, usahakan memainkan gas dengan konstan agar mesin menyala stabil dan cenderung RPMnya tinggi sambil mengimbangi kopling (hal ini hanya bisa dilakukan pada mobil dengan transmisi manual alias bukan matic).
3. Setelah menerobos banjir jangan lupa bahwa komponen pengereman pasti tidak akan bisa bekerja secara maksimal. Teromol, cakram serta kampas rem semuanya licin akibat air. Solusinya adalah lakukan pengereman berulang-ulang dengan tujuan mengeringkan komponen rem, namun jangan lupa dengan kendaraan dibelakang orang.
4. Bagi kita yang memiliki kendaraan mobil, saat menerobos genangan air dangkal jangan lupa pelankan laju mobil agar cipratan air tidak mengenai pengendara sepeda motor atau pejalan kaki. (Karena Mobil kita adalah titipan Tuhan/ bayangkan jika anda yang terkena cipratan air dari mobil orang).
5. Kurangi tekanan angin ban. Hal ini jarang diperhatikan orang karena banyak yang tidak tahu, saat hujan atau dalam keadaan jalan basah, titik henti pengereman akan berkurang dengan kata lain daya cengkeram ban berkurang. Untuk mengakalinya biasanya saya mengurangi tekanan angin pada ban dan sedikit membantu. Hal ini sering diterapkan dalam dunia balap formula satu, saat lintasan basah pembalap akan diperintahkan masuk pit stop untuk mengganti ban dengan spesifikasi trek basah yang konturnya lebih lunak.
6. Saat hujan sangat deras jangan lupa nyalakan lampu kota agar kendaraan anda bisa terlihat jelas oleh pengendara lain. Saya tidak suka menggunakan lampu hazard (lampu send kiri kanan nyala) karena saat kita ingin tikung kekiri atau kanan lampu send nya tidak berfungsi sehingga akan menyulitkan pengendara lain. Kecuali anda selalu ingat saat menyalakan lampu send dibarengi dengan mematikan lampu Hazard.
Semoga bermanfaat
(Salam persahabatan P B8)

Minggu, 10 Oktober 2010

DON CUAN, SANG PERAYU


Mulutnya setajam silet
Kata-katanya seindah pujangga
Mimik wajahnya bagaikan bunglon
Saat anda lengah anda jadi mangsa
Kemampuan inilah, saya beri julukan DON CUAN
            DON, saat mendengar atau membaca kata DON, saya selalu teringat dengan sang Godfather asal ITALIA yang oleh teman-temannya dekatnya dianggap sebagai SANG PENGAYOM, siapa dia?
Betul jawaban anda!,
bukan lain adalah DON VITO CORLEONE, saat ini saya tidak ingin menulis tentang beliau karena saya tidak punya pengetahuan tentang dunia mereka seperti MARIO PUSO, saya hanya tahu sedikit saja dan mengagumi tokohnya, serta mengagumi filosofi mereka yang dikenal dengan “Omerta”
DON secara bebas diartikan sebagai orang yang hebat (walaupun menurut anda bukan, silahkan saja)
Lalu bagaimana denga kata CUAN?
Penulis ini sembrono? Asal tulis, tidak tahu apa-apa berani menulis, sok ingin jadi Penulis. (Kumaha atuh?)
Yang benarnya mah DON JUAN, tokoh Fiksi asal Spanyol hehehehe, yang dikenal sebagi SANG PERAYU.
“Ssssttttt, jangan asal nuduh ya, Baca dulu isinya heheheh.........”

            Di dalam sebuah toko elektronik yang sangat besar tersusun rapi deretan elektronik terdiri dari televisi berbagai ukuran dari yang 14 inci sampai 34 inci, hi fi compo, pemutar piringan DVD, mesin cuci, serta lemari pendingin berbagai ukuran baik yang satu pintu maupun yang dua pintu.
            Seorang ibu di temani oleh anak gadisnya sebut saja sang anak, sedang melihat kearah deretan televisi, nampak di sampingnya seorang pelayan toko mungkin bernama Anto, dengan wajah tersenyum ramah mengikuti arah langkah sang ibu dan gadisnya.
“Ibu cari televisi berapa inci?” tanya Anto dengan ramah
“Lihat-lihat dulu dek” jawab sang ibu
“Silahkan bu, lihat-lihat tak perlu bayar bertanya juga gratis” ujar Anto sambil tersenyum ramah. Sok akrab.
“Televisi 29 inci merek Patent berapa mas?” tanya sang anak
“Murah neng” jawab Anto tak pernah hilang senyum dari wajahnya yang bulat
“Berapa mas?” tanya sang anak lagi
“Sekitar Rp. 2.600.000”
“Loh, kok lebih mahal dari supermarket besar?” ujar sang anak terlihat kaget
“Ngak mungkin neng, saya berani jamin pasti lebih murah asal typenya sama” Jawab anto tak mau kalah
“Benar mas di supermarket besar hanya RP. 2.550.000, tadi saya baru cek sama ibu saya” kata sang anak, sambil mengeluarkan catatan di handphonenya yang diperlihatkan kepada Anto.
Anto melihat handphone sang anak, lalu dengan santai menjawab “Oh, itu sih mereka belum sama antena neng, kalau disini saya udah plus antena dan kabel 15 meter yang harganya sekitar Rp. 150.000”
Sang Ibu dan sang anak mengangguk-angguk membenarkan jawaban Anto.
“Ibu, karena ibu sudah menjadi langganan saya, saya mau tunjukan hasil gambar televisi merek baru yang sudah sangat terkenal di Korea dan di bandingkan merek Paten yang mau ibu beli, ibu bisa bandingkan gambar kedua televisi itu”
Anto mempersilahkan sang Ibu dan Mirna duduk, dan tak lupa menyediakan dua gelas air mineral, kemudian Anto tampak sibuk menancapkan colokan antena pada kedu televisi itu yang hendak di perbandingkan hasil gambarnya. Tak lama kemudian kedua  televisi itu dinyalakan.
“Ibu merek kedua televisi ini saya tutup” kata Anto sambil menunjuk ke arah emblem merek yang memang sudah tertutup lem kertas.
“Kenapa ditutup mas?” tanya sang anak
“Ngak apa-apa neng, Cuma buat perbandingan  aja” jawab Anto
“Maksudnya?” tanya sang ibu
“Bu, salah satu dari televisi ini adalah merek Korea dan yang satunya merek patent yang ibu ingin beli tadi, ibu dan neng coba bandingkan kedua televisi ini gambanya mana yang lebih bagus dan lebih tajam?”
Sang ibu dan sang anak saling memandang, kemudian seperti di komando dua-duanya menunjuk televisi sebelah kanan.
“Benar bu, yang kanan memang lebih bagus gambarnya” kata pelayan toko
Kemudian pelayan toko melepaskan kertas penutup
“Ini yang gambarnya bagus merek Korea dan merek X “Paten” agak buram kan bu?” kata Anto
“Ia mas, yang bagus gambarnya berapa?” tanya sang Ibu
“Itu murah bu, hanya 2,2 sudah berikut antena garansi 1 tahun, 3 bulan rusak saya gantikan dengan yang  baru” kata Anto seolah-olah kata-katanya sudah dihafal luar kepala
“Bagus ngak mereknya?” tanya sang ibu masih penasaran
“Merek ini kalau di Korea paling terkenal, di Indonesia kalau sudah diiklankan masuk TV saya yakin harganya ga akan dapat segitu”
“Garansinya dimana?” tanya sang anak
Anto kemudian mengambil kartu garansi, dan ditunjukkan kepada anak dan ibu calon pelanggannya
“Tiga bulan kalau ada masalah saya tukarkan dengan yang baru, selanjutnya di service center yang ada pada kartu garansi” kata Anto
“Dua juta ya?” kata sang Ibu
“Belum bisa bu?” kata Anto sambil mengernyitkan dahi
“Dua juta aja mas? Kata sang anak ikut menawar
‘Belum bisa neng” kata Anto sambil mengambil kalkulator dan melihat-lihat isi map “paling bisa saya kurang 25” lanjutnya
“Dikit amat” kata sang anak
“Ibu jujur aja, saya hanya ambil 50 ribu lho” kata Anto sambil tersenyum “sedangkan ibu bisa pake ini TV bertahun-tahun”
Sang anak berbisik kepada sang ibu
“Dua juta seratus ya?” tanya sang ibu
“Kalau segitu saya nombok bu, terus terang modalnya 2,150.000 lho bu, kalau begitu saya minta lebihnya 10.000 aja deh buat makan siang jadi 2.160.000”
“Dua satu lima puluh aja” kata sang ibu yang tahu, tidak mungkin Anto jujur soal modal
“Ibu masak tega 10rb aja ga mau ngasi” kata Anto dengan wajah memelas
“Ya udah, tapi garansi 3 bulan ya” kata sang ibu
“Siap bu, tukar disini aja, 3 bulan lebih juga ga apa-apa khusus buat ibu” kata Anto sambil memasukkan televisi merek Koreanya versinya ke dalam kotak.
Sebenarnya yang dimaksud dengan merek Korea oleh Anto adalah televisi merek China. Kenapa tidak mengatakan merek China? Karena Brand image produk China kalah pamor dibanding produk Korea, walaupun sebetulnya masih sangat banyak produk China dengan mutu yang sangat baik..
Mengapa saat dilakukan perbadingan, merek Patent bisa lebih jelek dibanding dengan merek China?
Jawabannya sangat mudah: Orang awam pun bisa melakukan setting contras atau ketajaman gambar pada televisi, dan ada satu lagi yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang adalah kualitas kabel antena dan antena bisa mempengaruhi kualitas gambar. Bisa saja televisi merek China dipasang dengan Booster (penguat) signal sedangkan televisi paten hanya antena biasa.
Mengapa ada orang yang lebih ingin menjual produk dengan merek tertentu? Bukankah yang penting laku, mau merek patent atau China yang penting televisi terjual apa bedanya?
Jawabnya:
“PROFIT – KEUNTUNGAN- CUAN (versi Pelaku Bisnis)”
Bukankah sudah dapat Profit atau Cuan? Jika ada yang laku.
Memang sama-sama dapat Cuan, tetapi jika menjual produk merek “patent” tentu harganya tidak bisa di atas harga yang sudah terpampang jelas di supermarket besar, karena umumnya pembeli sudah melakukan survey ke supermarket besar. Sedangkan untuk produk dengan merek China umumnya tidak tersedia di supermarket besar dan Cuan nya bisa lebih besar alias lebih banyak CUAN.
Masih menganggap penulis asal tulis???
Semoga tidak, atau memang dari awal tidak menyalahkan Judul.

SEMOGA TULISAN INI BISA BERMANFAAT, DAN KITA BISA LEBIH CERDAS SEBAGAI KONSUMEN.