Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata Ciong terutama bagi orang yang kebetulan bergaul dengan komunitas bermata sipit (maaf= keturunan suku China). Namun tidak semua memahami apa arti Ciong, agar kita memiliki pandangan yang sama mengenai arti kata di atas, disini saya menerjemahkannya secara umum yaitu Tidak Selaras=Tidak Klop=Tidak searah.
Apa nya yang tidak selaras?
Kalau dari judul di atas tentunya yang tidak selaras adalah manusia dengan manusia (walaupun antara manusia dengan barang atau rumah atau kota tempat tinggal juga bisa menyebabkan Ciong yang dalam kurung akan saya uraikan lain waktu). Kembali kepada ciong antar manusia.
Menurut kepercayaan orang China (bukan hanya China tetap Jepang dan Korea juga), manusia lahir selalu dinaungi oleh Shio yang digambarkan berupa binatang yang sedang berkuasa tahun itu. (Bagaimana sejarahnya atau legendanya, banyak versi namun sy tidak membahasnya untuk saat ini)
Jumlah Shio ada 12 yang oleh sebagian orang menggambarkan sifat binatang tersebut (Maaf, saya belum bisa membuktikan semua itu), yang tediri dari Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, Babi. Dari keduabelas Shio di atas ada yang sifatnya saling bertentangan (Ciong) dan ada yang sifatnya saling melengkapi.
Siapa yang Ciong dengan siapa?
Secara umum, banyak orang awam yang ilmu Fengshui pas-pasan akan mengatakan bahwaTikus Ciong dengan Kuda, Kerbau Ciong dengan Kambing, Macan ciong dengan Monyet, Kelinci ciong dengan Ayam, Naga ciong dengan Anjing, Ular ciong dengan Babi.
Kalau seseorang yang ingin menikah atau mau melakukan kerja sama bisnis mendapat jawaban di atas umumnya mereka akan berpikir ulang untuk manjalankan niatnya.
Apakah jawaban di atas benar?
Bisa BENAR dan bisa juga SALAH.
Mengapa begitu?
Menurut hemat saya, tidak salamanya pertentangan Shio akan menyebabkan ketidakselarasan antara dua orang manusia, karena masih banyak hitungan lain yang harus dikombinasikan baik jam, hari, bulan, serta tahun lahir. Semua itu butuh ketelitian dari seorang yang sudah biasa menghitung (sekedar info: ada softwarenya, tetapi sampai saat ini saya belum dapat, konon softwarenya beredar terbatas).
Untuk apa mengetahui jam, hari, bulan serta tahun?
Dalam ilmu Feng shui dikenal dengan istilah Yin Yang Lima Unsur, yang terdiri dari Api, Tanah, Logam, Air, dan Kayu. Nah dari jam, hari, bulan dan tahun lahir seseorang akan diketahui bahwa seseorang dominan berunsur apa.
Apa hubungannya antara unsur dengan Ciong tadi.
Seperti saya sebutkan di atas bahwa kebanyakan orang mengatakan shio Tikus akan Ciong dengan Kuda, Namun saya belum percaya 100%. Bagaimana seandainya Tikus berunsur dominan Air, begitu juga Kuda memiliki unsur dominan Air? Apakah mereka tetap Tidak Selaras?
Kalau menurut hitungan paduan unsur maka Air dan Air itu Cocok.
Jadi mulai sekarang, jangan asal percaya dengan ramalan orang yang mengaku ahli Feng Shui, kecuali memang dia sudah benar-benar seorang pakar.
Apakah Ilmu Feng Shui bertentangan dengan agama?
Saya tidak tahu. Selama tidak menduakan Tuhan menurut saya tidak bertentangan, ilmu apapun boleh kita pelajari dan mencari hal yang positifnya saya.
Kalo ramal meramal, apa tidak bertentangan?
BMKG (Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika) juga meramal cuaca yang kadang kala meleset, toh itu hanya sebagai gambaran secara umum saja.
Yang terpenting sebagai manusia, kita hanya bisa merencanakan, namun TUHAN yang menentukan, dan sekali lagi jangan langsung percaya apabila seorang mengatakan anda ciong dengan pasangan anda. Semoga bermanfaat
(PB 8)
Label
- Cerpen P B8 (2)
- Ekonomi P B8 (2)
- Feng Shui P B8 (4)
- Humor P B8 (2)
- Karya P B8 (2)
- Novel P B8 (1)
- Opini P B8 (17)
- Otomotif P B8 (4)
- P B8 (39)
- Puisi P B8 (3)
- Soccer P B8 (1)
- Sosial P B8 (10)
- Tips P B8 (8)
Selasa, 02 November 2010
Senin, 25 Oktober 2010
AIR VS JAKARTA
Jakarta Tenggelam Tahun 20xx, Jakarta Terancam Air, Banjir Mengancam Jakarta, Jakarta Akan jadi Ibu Kota Bawah Laut, Jakarta Waspada Air dan masih banyak lagi judul surat kabar yang selama ini kita baca, bahkan televisi juga lebih sering mengangkat tema Air VS Jakarta untuk dijadikan topic bahasan dengan menghadirkan para pakar lingkungan.
Setelah saya amati, ternyata didapat kesimpulan bahwa yang menjadi pokok permasalahannya adalah curah hujan yang cenderung meningkat, saluran air di Jakarta yang tidak berfungsi dengan baik, pendangkalan sungai, hilangnya hutan di daerah hulu yang menjadi daerah penyanggah, penurunan permukaan tanah yang di akibatkan oleh pemanfaatan air tanah yang berlebihan, dan yang lebih mengerikan adalah naiknya permukaan air laut yang disebabkan mencairnya es di kutub.
Dari beberapa masalah yang dapat saya simpulkan itu sebenarnya bukan tidak bisa ditangani jika pemerintah mau serius menanganinya, dalam hal ini adalah Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bahkan bisa melibatkan swasta.
Curah hujan yang cenderung meningkat memang tidak bisa kita hindari karena itu merupakan kejadian yang termasuk alami, namun agar bisa meminimalisir dampak dari curah hujan yang cenderung meningkat, saluran air atau got sebaiknya diperbanyak dan diperlihara agar jangan sampai mampet dan sebaiknya dibentuk SATGASGOT (semacam satpolpp yang khusus menangani Got), dilakukan pengerukan secara berkala terhadap sungai-sungai yang ada di Jakarta, agar air hujan tidak langsung mengalir ke sungai daerah hutan penyanggah yang ada di Puncak atau Bogor dikembalikan ke fungsi asalnya, saya tidak setuju dengan pembongkaran Villa-Villa yang ada. Sebaiknya pemilik Villa di wajibkan menanam pohon disekeliling Villanya dari pada harus membongkar Villa.
Masalah penyedotan air tanah yang berlebihan, tentu hal ini tidak akan terjadi apabila pemerintah mampu menyediakan air pam yang murah dan layak digunakan (saya tinggal di daerah yang oleh pengembangnya di sebut kelas real estate, sejujurnya saya tidak perduli dengan segala kelas, yang terpenting saya bisa tidur dan tidak kehujanan ) air pam lebih sering keruh dari pada jernih, sehingga saya terpaksa menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk minum saya terpaksa harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air mineral bermerek.
Masalah mencairnya es di kutub, tentu ini masalah global yang sedang ditangani oleh PBB dengan memerangi penebangan hutan secara illegal dengan mengkampanyekan penanaman kembali hutan.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa beberapa daerah Jakarta memang berada di bawah permukaan laut, jadi ya wajarlah kalau air laut akan masuk, terutama Jakarta Utara.
Memang benar pendapat itu, namun hal itu tidak bisa dijadikan alasan.
Mengapa tidak?
Karena, bukan hanya Jakarta yang letaknya di bawah permukaan laut. Kita ambil contoh Negara Belanda, Negara yang pernah menjajah kita selama kurang lebih 350 tahun. Belanda secara umum sebagian besar negaranya berada di bawah permukaan laut, namun mereka bisa mengatasinya dengan membuat tanggul/bendungan/dam.
Wah tentu sangat besar biaya yang diperlukan.
Sudah pasti, namun sejak awal tulisan ini saya sudah mengatakan pemerintah harus melibatkan swasta.
Bagaimana?
Tentu, banyak cara yang bisa dilakukan untuk melibatkan swasta. Salah satunya adalah memberikan insentif pajak bagi swasta yang ingin terlibat. Misalnya membangun apartemen di tepi laut Jakarta Utara yang sekaligus memanfaatkan fondasinya sebagai penahan air laut, atau membuat Mall atau pusat perbelanjaan di tepi laut yang juga memanfaatkan fondasinya sebagai penahan air laut, dan masih banyak lagi bangunan yang bisa dijadikan tempat wisata sekaligus sebagai penahan air laut.
Apakah tidak sulit?
Bagi kita yang awam tentu akan sangat sulit. Tetapi bagi insinyur-insinyur yang berpengalaman tentu bukan hal yang mustahil. Coba bayangkan jembatan penyeberangan dari Surabaya ke Madura (SURAMADU) yang membentang kurang lebih 5 km, tiang pancangnya sangat kokoh di tancapkan di dasar laut. Untuk zaman sekarang kelihatannya semuanya dengan mudah dapat di wujudkan.
Seandainya got sudah lancar, sungai sudah dikeruk, pantai sudah dibendung bagaimana cara air bisa mengalir ke laut dengan lancar seandainya letak Jakarta lebih rendah dari laut?
Jawabnya adalah menggunakan pompa (pompanisasi menurut pakar) menyedot air yang bisa dibuang langsung ke laut .
Bagaimana dengan BKT? Apakah selama ini dianggap tidak berhasil? BKT memang bisa diandalkan namun belum bisa berfungsi secara maksimal, saya tidak tahu apa kendalanya. Bahkan untuk jangka pendek saya rasa Biopori yang di cetuskan oleh seorang pakar, nampaknya lebih efektif karena tidak membutuhkan biaya besar.
PENULIS B 8
Kamis, 21 Oktober 2010
SENIOR DILAWAN !
Waktu kuliah, setiap hari saya memanfaatkan bus kota dari terminal Pulo Gadung menuju kampus, berdiri berdesakan sudah menjadi kegiatan ku sehari-hari, bus kota di cegat sekelompok anak sekolah bahkan aksi copet di atas bus juga bukan hal aneh lagi, apalagi teriakan kondektur yang memerintahkan penumpang “masuk, masuk, rapat, rapat, rapat” dengan logat khasnya sudah sangat ku hafal.
Sejak lulus kuliah, aku sudah jarang memanfaatkan bus kota, karena tempat tinggalku juga aku manfaat untuk mencari uang sehingga boleh dikatakan aku sangat jarang menggunakan kendaraan umum, dan kebetulan aku juga sudah bisa membeli kendaraan pribadi (walaupun mobil bekas, tapi aku bersyukur hehehe)
Yang namanya tinggal di kota besar, tentunya sekali-sekali kita pasti masih membutuhkan bus kota, kali ini aku harus naik bus kota lagi, kebetulan ada urusan ke daerah Senen aku tidak berani mengendarai mobil sendiri karena sejak pagi, hujan cukup deras, dari berita yang saya dapat di radio ternyata cempaka putih sedikit tergenang, agar tidak mogok sebaiknya aku naik bus.
Aku duduk di samping bus dekat supir, tepatnya diatas kap mesin, tempat favoritku saat menjadi langganan bus (memang agak panas) tetapi aman dari copet. Bus berjalan agak pelan mungkin sambil menunggu penumpang.
“Pak gimana hasil tarikan sekarang?” tanya ku sok akrab
“Sekarang susah” jawab supir sambil geleng-gelang kepala
“Ia pak, memang zaman lagi susah” kata saya
“Beda Pak, zaman dulu lebih enak cari uang” kata Supir sambil mengeringkan keringat diwajahnya dengan handuk putih yang sudah berubah menjadi coklat (jarang di cuci)
“Saya tidak tahu pak, zaman dulu yang cari uang orang tua saya, saya hanya dapat jatah kiriman saja” jawab saya sambil tersenyum
“Bapak bisa aja” katanya “Tapi benar pak, sekarang nyari uang jadi supir memang agak sulit” lanjutnya
“Pak mungkin akibat mudah nya membeli sepeda motor saat ini, jadi yang naik bus beralih ke sepeda motor” jawab ku
Supir hanya mengangguk-angguk saja, kemudian menekan pedal gas semakin kencang sehingga suara mesin menggelegas sambil menyalakan klakson.
Saya juga terkejut dengan tindakan supir yang tiba-tiba menjadi sangat beringas, saya melihat ke depan, ternyata sekelompok anak sekolah yang tadinya telah mencegat bus berhamburan semua menghindari bus kota yang saya tumpangi.
Setelah melewati sekelompok anak sekolah tadi supir kemudian berkata “Senior dilawan”
Nampaknya supir sangat puas dengan tindakannya yang berhasil membuat anak sekolah lari kocar kacir semua.
“Maksudnya apa pak? Tanya saya
“Dulu waktu SMA, kelakuan saya juga seperti mereka mencegat bus kota, berarti saya senior mereka kan?
“Ia, ia, ia Pak, saya paham” kata saya sambil tertawa
“Senior di lawan” ulang sang supir
Akhirnya bus tiba di terminal Senen dan saya pun turun, sepanjang jalan saya tertawa sendiri saat ingat kelakuan supir tadi.
PB 8
Selasa, 19 Oktober 2010
DI PERSIMPANGAN JALAN
Di jalan lurus kita melangkah
Tak ada keluh kesah
Semua terasa mudah
Kita tidak saling menyalah...
Ketika bertemu persimpangan
Ku ingin ke kiri, namun
Kau ingin ke kanan
Aku yakin dengan kiri, namun
Kau juga yakin dengan kanan
Akhirnya kita tertahan
Tertahan di persimpangan jalan.............
Oleh PB 8
Sabtu, 16 Oktober 2010
RUMAH TUSUK SATE
Sebagian besar dari kita pasti pernah mendengar kata Rumah Tusuk Sate (bukan rumah milik penjual sate ya, hehehehe) tetapi mungkin juga ada yang belum, supaya kita memiliki persepsi yang sama disini saya jelaskan sedikit pengertian Rumah Tusuk Sate.
Rumah Tusuk Sate adalah posisi depan rumah persis menghadap arah jalan, baik itu berupa jalan raya, jalan diperumahan ataupun gang kecil, semuanya termasuk posisi Rumah Tusuk Sate.
Posisi ini, oleh sebagian besar orang dianggap rumah yang tidak baik peruntungannya (walaupun tidak semua orang), saya termasuk salah satu yang mempercayainya. Karena anggapan itulah sehingga Rumah Tusuk Sate harganya cenderung lebih murah dibanding dengan harga rumah yang ada di sebelahnya.
Secara logika memang posisi Rumah Tusuk Sate lebih rawan kecelakaan akibat kendaraan yang melaju kencang menuju ke arah rumah dan beresiko menabrak rumah atau penghuni yang berada diluar rumah, dan penghuni rumah sedikit mengalami kesulitan saat ingin keluar mengendarai kendaraan (namun lebih mudah saat masuk), penghuni lebih gampang terserang batuk karena debu yang berkumpul pada posisi ujung jalan lebih banyak.
Kalau hanya masalah itu tentu untuk menangkalnya tidaklah sulit!!!
Memang benar, sangat gampang!
Caranya: menanam tanaman yang rindang agar bisa meredam debu yang akan masuk kerumah, ada yang menyarankan memasang cermin, saya setuju dengan cermin tetepi seharusnya cerminnya besar (bukan yang ukuran kecil) fungsinya adalah agar saat kendaraan melaju kencang menuju Rumah Tusuk Sate pengemudi bisa melambatkan kendaraan dan menyangka ada kendaraan dari arah berlawanan, kalau masalah penghuni saat ingin mengeluarkan mobil dari rumah, memang sebaiknya hati-hati walaupun pada posisi rumah apapun baik tusuk sate atau bukan. Setelah menanam pohon tentunya penghuninya akan lebih sehat karena pohon bisa membantu meredam debu yang akan masuk ke dalam rumah sehingga udara akan lebih segar dan seandainya ada mobil yang melaju kencang dan tidak dapat mengendalikan laju kendaraan, yang ditabrak adalah pohon, bukan rumah.
Sesederhana itukah???
Kalau segala sesuatu kita anggap itu sederhana tentu akan menjadi sederhana, namun apa bila kita anggap segala sesuatu itu sulit maka akan menjadi sulit.
Diantara anda tentu ada yang tidak setuju dengan pendapat diatas, karena banyak mungkin diantara anda yang sudah pernah tinggal di Rumah Tusuk Sate dan mengalami banyak masalah, saya tentu harus mempercayainya, karena alam semesta ini penuh dengan misteri dan sulit dijelaskan dengan logika. Yang bisa menjalaskan masalah ini adalah ilmu China Kuno yang dikenal dengan istilah Feng Shui (arti harfiahnya Angin dan Air), ilmu yang sudah dipraktekkan oleh nenek moyang orang China sejak dahulu sampai sekarang (Percaya atau tidak? Mao Zhe Dong naik tahkta, berkat keselarasan Feng Shui)
Feng Shui merupakan ilmu tata letak (tidak hanya tata letak, masih banyak perhitungan lain lagi) yang mengusahakan keseimbangan antara Manusia dan Alam. Dalam Ilmu Feng Shui dikenal istilah Shar Chi yang dapat diartikan sebagai Hawa Pembunuh, hawa inilah yang diyakini dapat menyebabkan penghuni rumah mengalami segala macam musibah. Saya meyakini pendapat ini benar, namun saya tidak bisa menjelaskan bagaimana sebenarnya bentuk Shar Chi itu (walau kadang saya dapat merasakan ketidaknyamanan saat ada Shar Chi menghantam saya) dan saya juga tidak bisa menjelaskan bagaimana Shar Chi bekerja.
Sekarang kembali kepada pendapat anda masing-masing apakah masih ingin menghuni Rumah Tusuk Sate atau lebih baik cari posisi yang lain? Bagi yang sudah terlanjur menghuni Rumah Tusuk Sate tips dari saya diatas bisa di coba.
Walaupun kita sebagai manusia punya kemampuan untuk menganalisa suatu keadaan, namun kita sebagai umat beragama, harus meyakini bahwa diatas segalanya ada TUHAN, tidak perduli apapun agama kita.
(Oleh PB 8)
Rabu, 13 Oktober 2010
DINAMO STARTER RP. 1.400.000 VS RP.60.000
Beberapa waktu yang lalu, saya mampir ke hypermarket dekat rumah, bersama saudara perempuan saya. Setelah kami berbelanja kami ingin pulang, ternyata mobil tidak bisa di starter, saya coba berulang-ulang namun tidak ada reaksi pada mesin.
Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 21.00, dipelataran sudah tidak banyak kendaraan yang parkir.
Apakah kami panik?
Tentu tidak’ saya tidak pernah panik apabila terjadi masalah pada kendaraan, kakak saya juga tenang-tenang saja karena dia tahu bahwa saya selalu mencari tahu informasi tentang barang apapun yang saya miliki. Dan dia tahu saya mengerti mesin.
Yang ada dalam pikiran saya adalah Accu soak (Habis Setrum), sehingga tidak ada reaksi pada Dinamo starter. Kemudian saya membuka kap mesin, dan mencari sebuah kabel kecil yang tersambung pada Switch dinamo starter yang sudah saya persiapkan untuk berjaga-jaga apabila Accu soak, maka saya masih bisa menghubungkan kabel itu ke kutub Positif Accu agar mesin bisa nyala (Walaupun Accu hanya terisi 30%)
Setelah saya coba hubungkan ternyata mobil tidak bisa menyala juga. Tentu dengan keadaan tersebut saya tidak mau buang waktu.
Cek Sekring ECU !!!!!
Tentu saja saya tahu itu, tetapi kalau kabel darurat yang saya persiapkan sudah tidak bereaksi dan lampu dashboard sudah menyala. Sudah bisa dipastikan masalah ada pada dinamo starter.
Pilihan satu-satunya adalah dengan cara Manual.
Manual? Bagaimana caranya?
Manual maksudnya DORONG....
Caranya: Saya yang berada didalam mobil, kunci kontak pada posisi ON, masuk gigi tekan kopling sampai habis setelah mobil didorong dan bergerak agak lumayan lepas kopling dan mesin pun menyala. Saya kemudian memberi tips kepada pendorong mobil.
Keesokan harinya saya langsung ke tukang dinamo, saya pura-pura tidak mengerti apa yang menimpa sang mobil. Tukang dinamo bercerita panjang lebar serta menunjukkan bentuk dinamo starter yang sudah sangat saya kenal (saya masih pura-pura tidak tahu) setelah dia selesai bicara saya tanya kira-kira perlu biaya berapa?
Jawabnya Rp. 1.400.000
Saya terkejut ½ mati dengan harga yang di tawarkan, karena saya sudah melakukan survey harga dinamo starter baru 1 set hanya 700.000, namun saya tidak ingin menggantinya dengan yang baru karena belum memeriksanya sendiri.
Untuk kerusakan pada dinamo starter kalau Switchnya rusak harga Rp. 150.000 baru, Carbon Brush habis harga Rp. 70.000, Dinamo rusak jika digulung hanya 250.000. ongkos Rp. 0 karena saya biasa mengerjakannya sendiri. (Beda mobil beda harga, kalau mobil anda yang saya kerjakan ongkos NEGO, sediakan Kopi mungkin lebih murah lagi hehehe)
Akhirnya saya pulang, dan memarkirkan mobil didalam garasi karena belum sempat mengerjakannya. Beberapa hari kemudian saya menyempatkan diri membuka dinamo starter. Hanya ada tiga baut yang menghubungkan dinamo starter dengan blok mesin kemudian lepaskan kabel besar yang terhubung dengan switch dinamo (mur), dan kabel kecil (tertancap pada skun/ kabel yang selalu saya sambungkan untuk cadangan, bila accu soak). Memang hanya tiga baut , tetapi karena sudah lama tidak pernah bongkar mobil, terasa juga pegelnya. Beruntung selama ini kunci-kunci saya cukup komplit walaupun digunakan oleh montir profesional sekalipun. Dari kunci biasa sampai timing light saya mengoleksinya.
Setelah dinamo starter dibuka, saya coba menghubungkan kutub + Accu pada kabel yang terhubung langsung ke dinamo (tanpa melalui switch) ternyata tidak ada reaksi, saya kemudian melakukan pengukuran pada switch ternyata masih bagus. Fokus penanganan tertuju pada dinamo.
Saya melepaskan baut penutup pada dinamo, sambil berdoa semoga yang rusak adalah carbon brush jangan gulungannya. Doa saya ternyata terkabul, hahahaha yang rusak ternyata Carbon brushnya- sudah aus. Saya melepaskan carbon brush dan menuju toko onderdil, ternyata benar harganya hanya Rp. 60.000.
Setelah saya mendapatkan carbon brush saya merakit ulang dinamo starter, ternyata lebih gampang memasang kembali dari pada membongkarnya. Setelah semua terpasang rapi, saya coba menyalakan mobil, ternyata Accunya soak karena sudah beberapa hari tidak dinyalakan.
Saya enggan melepaskan accu lain, menggunakan kabel jumper pun tidak sampai, akhirnya saya ambil kabel darurat yang terhubung pada skun di switch dinamo, dan saya tempelkan pada kutub +, akhirnya mobil menyala. Setelah menyala saya biarkan beberapa saat agar setrum accunya bisa terisi lagi.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi anda semua.
Tips:
- Jangan lupa masuk gigi dua saat menyalakan secara manual, agar saat mesin menyala tidak ada hentakan kencang
- Jangan lupa memberi tips pada yang mendorong mobil
- Boleh sekedar cek harga komponen, namun jangan mengerjakannya sendiri karena akan mengurangi pendapatan bengkel
- Apabila mobil tidak dihidupkan selama beberapa hari, jangan lupa lepas salah satu kutub Accu, serta
- Jangan menginjak gas terlalu dalam saat mobil baru dinyalakan yang mengakibatkan suara mesin menggelegar (Seolah-olah anda Sebastian Loeb) karena akan menyebabkan keausan pada mesin anda.
Langganan:
Postingan (Atom)